Thursday, April 10, 2008

Ta'aruf dengan AJAX

Artikel ini merupakan artikel singkat mengenai ta'aruf atau berkenalan teknologi AJAX. Sasaran artikel ini adalah para pemula. Untuk para ahli, boleh baca, tapi beri komentar ya, barangkali ada kesalahan, atau mungkin malah kebenarannya mau dikomentari. AJAX itu singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. AJAX bukan bahasa pemrograman, melainkan teknik baru dalam menggunakan bahasa-bahasa yang sudah ada (dan intinya adalah JavaScript). Seperti kita ketahui, aplikasi desktop lebih bersahabat (user-friendly) daripada aplikasi web. Yang paling terasa adalah dalam hal respon oleh sistem (server kalau dalam aplikasi web). Aplikasi desktop lebih peka terhadap rangsang, tidak seperti aplikasi web (loading-nya lama). Nah, untuk mengatasi hal ini, maka digunakanlah AJAX. Dengan AJAX, kita bisa membuat aplikasi web menjadi lebih baik, cepat, dan bersahabat. Katanya, AJAX ini dipopulerkan oleh Google pada tahun 2005 melalui aplikasi Google Suggest. Bagi kamu yang belum tahu contoh aplikasi yang didukung AJAX, sebaiknya lihat dulu deh. Ini nih yang mendasari populernya AJAX. Dalam website tradisional, jika kita ingin mendapatkan informasi dari basisdata atau berkas pada server, atau mengirim informasi kepada server, kita harus membuat form HTML dengan metode GET atau POST data ke server. Pengguna harus menekan tombol "Submit" untuk mengirim atau memperoleh informasi, menunggu server meresponnya, kemudian halaman baru akan ditampilkan sebagai hasilnya. Karena server mengembalikan halaman baru setiap kali pengguna mengirimkan form, aplikasi web tradisional berjalan lambat, bahkan terkesan tidak ada respon (tidak user-friendly). Dengan AJAX, JavaScript yang dibuat bisa berkomunikasi langsung dengan server melalui JaavaScript XMLHttpRequest object. Dengan HTTP request tersebut, halaman web bisa request ke web server dan juga mendapatkan respon dari web server tanpa memuat halaman kembali. Pengguna akan tetap berada di halaman yang sama dan dia tidak akan menyadari bahwa script meminta halaman atau mengirim data ke server secara background (tidak terlihat). Berikut ini ringkasan kelebihan AJAX:
  1. Tidak perlu memuat halaman secara utuh sehingga lebih cepat.
  2. Lebih user-friendly.
  3. Platform independent (bisa digunakan di server dan browser (terkini) apa pun).
Dan berikut ini ringkasan kekurangannya:
  1. Browser tidak memberikan keterangan bahwa browser sedang melakukan proses, karena proses terjadi di background. Hal ini bisa diatasi dengan membuat sendiri keterangan tersebut (misalnya progress bar) dari sisi aplikasi kita.
  2. Browser tidak menyimpan browsing history lengkap (karena pengguna tetap berada dalam satu halaman, tidak berpindah ke halaman lain), sehingga pengguna kesulitan untuk kembali ke "halaman" sebelumnya. Bisa diatasi juga, dengan membuat sendiri (lagi) script kembali ke halaman sebelumnya.
Kita baru saja selesai ta'aruf. Tidak usah lama-lama ta'aruf itu. Selesai ta'aruf bukan berarti kita boleh bersentuhan dengannya sekarang. Sabar dan jagalah hati (berpuasalah bila perlu). Kita harus meng-khitbah-nya terlebih dulu, kemudian prosesi inti, baru boleh diubek-ubek. Jadi, tunggu artikel selanjutnya. Insya Allah tidak sampai satu pekan dari sekarang. Tetap semangat, tetap istiqomah, biar tetap bisa berkontribusi untuk teknologi Indonesia.

Saturday, March 22, 2008

Keberhasilan Tim Bundel Soal Gamais Plus 2007

Walaupun sudah lama, tapi tak apa lah aku tulis sekarang. Pada tanggal 25 Februari 2008 kepanitiaan Bundel Soal Gamais Plus 20081 berakhir sudah. Sebenarnya sih sudah selesai semester kemarin. Sudah ditutup. Namun, masih ada satu janji yang belum dipenuhi kepada para distributor kelas, yaitu hadiah untuk distributor terbaik2 dan juga kaos untuk masing-masing kelas. Tidak semua distributor kelas mendapatkan kaos ini karena memang jumlahnya terbatas. Satu kelas ada yang 1 distributor dan juga ada yang 2. Jadi, panitia membaginya per kelas, bukan per orang. Trus, siapa pemenang hadiah utama sebuah ponsel? Dia adalah Alfadho "Dodo" Khasroh, anak STEI, "kera Ngalam", kelas Kalkulus 8. Dia satu-satunya distributor di kelasnya. Padahal, pada waktu pendaftaran, kelasnya merupakan penyumbang calon distributor terbanyak. Dia sebenarnya tidak terpilih untuk jadi distributor proyek ini karena dia juga mendaftar distributor jaket angkatan3. Panitia menginginkan dia menjadi distributor jaket tersebut karena memang harus dibagi agar adil. Tapi, setelah dipilih dua orang dari kelas itu, satu orang yang diterima mengundurkan diri dan mengalihkan haknya kepada Dodo. Ketika ada pertemuan lagi, tiba-tiba panitia dikejutkan dengan munculnya teman sekelas Dodo yang tiba-tiba ikut pertemuan distributor. Jadi, ada tiga distributor kelas Kalkulus 8 menghadiri pertemuan itu. Dan entah kenapa, di pertemuan-pertemuan berikutnya tinggal Dodo seorang yang masih memegang amanah ini. Bagaimana cara Dodo menjalankan aksinya? Dari yang terekam olehku, selain menjajakan barang di kelasnya sendiri, dia juga menawarkan produk-produk yang dijual di kelas lain--setelah batas waktu tertentu, diperbolehkan untuk menjajah kelas lain. Aku juga pernah melihat dia ada di stan milik Gamais di gerbang Ganesa dengan bundel soal Gamais ditata rapi di atas meja stan. Mungkin juga dia menjualnya ke teman-temannya di kosan/asrama dan ke teman-temannya se-SMA. Agresif banget dah. Di luar dugaan pokoke. Kenapa disebut Bundel Soal Gamais Plus? Kali ini panitia tidak hanya menjual Bundel Soal Gamais. Panitia juga menyediakan buku-buku kuliah (Kalkulus, Fisika, dan Kimia), kalkulator, papan jadwal (buatan sendiri, ada logo Gamais), dan flashdisk. Setelah terseok-seok di awal, panitia akhirnya memetik hasil yang sangat fantastis. Bundel soal yang diproduksi total sebanyak 4500 buah terjual habis4. Bahkan konsumennya bukan hanya dari kalangan mahasiswa TPB saja, melainkan dari kalangan mahasiswa S2 juga. Aku punya cerita cukup menarik. Waktu itu, ketika mengurus penyerahan barang kepada para distributor, tiba-tiba ada dua mahasiswi S2 menanyakan apa masih ada 2 bundel soal Fisika. Karena di tempat itu sudah habis, aku pun bergegas ke sekre Gamais karena seingatku di sana masih ada. Setiba di sana, bundel soal Fisika tinggal dua buah. Itu pun cacat. Sampulnya mengelupas, jangan-jangan di dalamnya ada yang rusak juga. Kemudian aku keluar dan menyerahkannya kepada salah satu dari dua mahasiswi tadi dan bilang, "Ini Mba, ada dua, tapi rusak gitu." Dia pun memberikan uang sebagai tanda persetujuan jual beli. Semoga ini bukanlah yang terakhir kali aku berkontribusi untuk Gamais. Masih banyak cara untuk melakukannya. Tetap semangat, tetap istiqomah, biar tetap bisa berkontribusi untuk Islam. Alhamdulillah. Hafni Sulun matur nuwun kagem:
  • Allah, atas kehendak-Mu semua ini terjadi.
  • Rasulullah SAW beserta para sahabat, atas perjuangan kalian Islam mampu bersinar terang hingga ke Institut Tarbiyah Bangsa, eh Institut Teknologi Bandung ini.
  • Kedua orang tuaku, kasih sayang orang tua takkan terbalas oleh anak.
  • Kak Agun, terima kasih atas bimbinganmu.
  • Luthfi dan Gumi, maaf bila aku merepotkan kalian dan belum bisa memenuhi harapan, terima kasih sudah menemaniku.
  • Dina, Desi, dan akhwat-akhwat Depkon G lainnya, terima kasih banget sudah membantu.
  • Para pencari barang tambahan yang dijual: Satria, Ridwan, Riandi; tanpa kalian mungkin barang yang dijual sedikit banget.
  • Mas Tyo, terima kasih desain sampulnya, bagus banget, tapi maaf ya, kami edit tanpa sepengetahuanmu.
  • KM3, Maifi, dan Kamamuki; terima kasih telah membuat pembahasan BSG kali ini.
  • Para ujung tombak alias distributor kelas, kalianlah penentu kemenangan ini (tanpa melupakan Yang Maha Berkehendak).
  • Para konsumen, semoga puas dengan apa yang kami persembahkan.
  • Tim BSG 2008: Gibran, Dodo, Dhana, dkk.; semoga kalian bisa lebih baik daripada tahun ini. Denger-denger, 100 juta?! Aamiin.
  • Dan pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan hingga ludesnya BSG yang kami produksi.

1 Nama ini hanyalah fiktif belaka, tapi berdasarkan kisah nyata, hanya diplesetkan.
2 Namanya terbaik ya hanya satu
3 Sama-sama proyek Depkon Gamais.
4 Dikurangi bundel soal yang tidak terjual karena rusak.

Wednesday, March 12, 2008

Nyrempet Mitsubishi Lancer

Siang tadi pas mau berangkat kuliah, aku nyrempet mobil cukup mewah, Mitsubishi Lancer. Mobil itu sudah dimodif cukup keren, di antaranya cat bagus, pelek lebar, ban tipis. Selepas sholat Dzuhur berjamaah di Masjid LIPI, aku pulang ke kosan, terus siap-siap berangkat kuliah. Sebelum ke kampus, aku makan dulu di Cisitu. Nah, selepas makan, di depan gerbang Cisitu LIPI, aku (mengendarai motor) nyrempet mobil itu1. Nyrempet bagian depan-kanan-nya hingga menyebabkan bempernya rusak (pengaitnya patah, memble deh itu bemper) dan catnya lecet. Kalau motorku sih hanya luka di pedal transmisi (bengkok dan karetnya lecet). Ini murni salahku. Awalnya aku kira tidak menyebabkan luka. Jadi, aku tancap gas saja. Tapi si pengemudi mobil itu membunyikan klakson. Aku pun memperlambat laju dan akhirnya berhenti. Ya Allah semoga tidak terjadi hal yang sangat buruk. Berharap pengemudinya seperti bapakku. O ya, bapakku mah kalau ditabrak gini, tidak mempermasalahkan, tidak berhenti, langsung jalan saja. Misalnya pas mudik lebaran tahun lalu ke Wonogiri. Mobil yang keluargaku naiki (bapakku sebagai pengemudi) ditabrak dari belakang oleh mobil lain hingga cedera parah. Lebih parah daripada yang aku tabrak ini. Tapi, bapakku tetap melaju santai. Mobil yang nabrak itu malah berhenti. Setelah aku dan mobil yang aku tabrak berhenti, si pengemudi turun (hanya satu orang di dalam mobil itu). Ternyata dia seumuran denganku. Alhamdulillah, orangnya baik. Kami pun berdiskusi untuk menyelesaikan ini hingga akhirnya disepakati kami ke bengkel (di Kandaga) bersama dan aku yang akan membayar biaya perawatannya--karena memang aku yang salah walaupun dia naik mobil dan aku naik motor. Terpaksa deh bolos kuliah IF3291. Sesampai di bengkel, kami dan orang bengkelnya ngobrol tentang mobil itu dan juga tentunya masalah harga perbaikan. Dari pembicaraan singkat itu, aku dapat info, antara lain mobil itu pernah mengikuti kontes (mungkin sering), beberapa hari lagi mau ikut kontes lagi, dikontrak Djarum Black pula (di bodi mobil ada iklan Djarum Black, rokok pemilik mobil itu pun bermerek Djarum Black), kemarin mobil itu baru saja keluar dari bengkel karena musibah (yang ini dibiayai Djarum Black). Setelah sepakat masalah harga aku pun melihat uang tunai yang aku bawa. Ternyata kurang. Untung di dekat situ ada BNI + ATMnya. Aku pun ke ATM itu. Aku terkejut ketika melihat ada tulisan yang intinya ATM sedang tidak dapat dipergunakan. Ya Allah.... Aku masuk deh ke bank dan menanyakan ke satpam apakah bisa ambil uang tanpa buku tabungan. Jawabnya tidak bisa. Katanya di sebelah timur (lurus terus) ada ATM BNI lagi kira-kira 700 m. 700 m? Dekat lah. Jalan kaki saja. Aku pun jalan berharap menemukan ATM. Kira-kira 500 m jalan, di persimpangan, aku baca plang: ada ATM Niaga di RS Santo Yusup Cikutra. Aku pun belok ke arah utara dan ke ATM Niaga itu. Karena bukan ATM BNI, aku gunakan ATM Shar-E biar gratis. Lagi-lagi aku diberi cobaan. Uang tidak keluar. ATM bilang ada error, kira-kira "Transaksi tidak dapat dilakukan saat ini. Silakan coba lagi nanti.". Ya Allah.... Aku pun balik lagi ke simpang tadi dan melanjutkan perjalanan ke timur mencari ATM. Jalan sekitar 200 m, aku melihat ada BRI. Aku dekati, ternyata hanya bank, tanpa ATM. Jalan lagi deh. Dan akhirnya melihat banyak bank di depan. Memang area perbankan di sini. Yang paling dekat adalah Bank Danamon + ATMnya di seberang (sebelah selatan) jalan. Karena bukan BNI lagi, aku pakai ATM Shar-E. Eh, gagal maning, gagal maning. Duite ora metu. Pesan error-nya sepertinya sama dengan yang di ATM Niaga tadi. Ya Allah.... Aku jadi yakin ini karena memang saldonya kurang. Yang buat program ATMnya tidak beres nih. Masa pakai pesan global gitu, tidak spesifik. Su'udzonnya lagi, jangan-jangan saldonya tetap dikurangi seperti yang pernah aku alami di ATM BNI. Karena sudah cape dan buru-buru, aku pun mencoba menggunakan ATM BNI yang saldonya masih cukup. Alhamdulillah, berhasil. Setelah keluar dari ATM, aku melihat ada plang ATM BNI di seberang jalan sebelah timur kira-kira 50 m. Ternyata itu ATM BNI-nya. Ini sih bukan 700 m dari ATM BNI depan Kandaga. Menurutku ini 1,5 km--apa perasaanku saja?. Coba saja deh, hitung sendiri. Ya wis lah. Sekarang balik ke bengkel. Jalan kaki lagi atau naik angkot ya? Jalan kaki dong. Cuma 1,5 km kok. Hehe. Bagiku lebih baik jalan kaki. Aku tidak suka naik angkot jarak dekat seperti itu kecuali lagi pengen naik angkot atau tidak pengen jalan kaki. Lagian, kalau naik angkot juga tidak bisa sampai Kandaga karena di persimpangan ke arah Kiaracondong, angkot harus belok kiri. Jalan kaki lagi deh. Cape. Aku jalan cepat lagi, dengan langkah panjang pula--kebiasaan kalau jalan sendirian. Sesampai di bengkel, si pengemudi Lancer tadi sudah tak kelihatan. Kata orang bengkel, "Dia sudah pergi. Urusan mobil biar langsung sama Mas saja." Sudah cape-cape, ternyata dia sudah pergi. Aku bayar deh biayanya dan bergegas ke kampus karena masih ada kuliah IF3211 jam 4 sore. Akhirnya, alhamdulillah, yang penting tidak punya hutang.
1 Dari ketiga kecelakaanku ketika naik motor, selalu aku mengendarainya dengan pelan. Pertama, nabrak sepeda (sampai aku dan pengendara sepeda itu cedera). Kedua, nabrak truk (truk beneran lho). Dan ketiga, nabrak mobil (ini). Bener kata bapakku, pelan itu lebih susah daripada kencang. Makanya pas belajar dulu pelan-pelan. Kalau mau kencang kan tinggal pelintir gas lebih dalam saja.

Thursday, February 28, 2008

Lagi-Lagi, Kartun Nabi Muhammad SAW

Barusan baca postingan dari seorang teman di milis Fathifarhat (muslim ITB angkatan 2005). Dia mendapat berita ini dari temannya. Isinya seperti ini:
Koran Denmark Jyllands-Posten tanggal 13 Februari 2008 kembali memuat kartun Nabi Muhammad SAW yang telah mengganggu ummat Islam sedunia pada tahun lalu. Pemuatan itu didasari oleh tertangkapnya 3 orang katanya, sedang merencanakan pembunuhan terhadap salah satu pembuat kartun tersebut Terus baru baru ini Wikipedia Foundation yang berbasis di San Francisco juga memuat artikel Nabi Muhammad berbahasa Inggris ternyata memuat beberapa gambar yang diberi keterangan sebagai sosok Nabi Muhammad Saw. Banyak protes dar kalangan kaum muslimin yang menginginkan gambar itu tapi pihak Wikipedia menyerahkan pilihan pada pengunjung situsnya apakah mau melihat gambar-gambar itu atau tidak. UNTUK ITU KEPADA TEMEN TEMEN MOSLEM YANG NGAKU CINTA KEPADA NABI KITA MUHAMMAD SAW AYO IKUT BERGABUNG MENGISI PETISI UNTUK MENGHAPUS GAMBAR KARTUN DI WIKI PEDIA CARANYA SILAHKAN KLIK DISINI : http://www.thepetitionsite.com/2/removal-of-the-pics-of- muhammad-from-wikipedia atao DISINI : http://cokiehti.wordpress.com/2008/02/27/wikipedia-memuat- kartun-nabi-muhammad/ Semoga niat suci temen2 untuk membela Sang Nabi menjadi salah satu tiket Menuju Syurga-Nya Allahu Akbar……. Allahu Akbar……. Allahu Akbar……
Petisi di thepetitionsite.com itu di-sign pertama kali pada tanggal 4 Desember 2007. Sudah lama juga. Halaman Wikipedia yang dimaksud di atas ada dua, yaitu http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad dan http://en.wikipedia.org/wiki/Depictions_of_Muhammad. Dua-duanya dikunci alias tidak bisa disunting sembarang orang. Di halaman yang disebut terakhir bahkan ada tulisan:
Editing of this article by unregistered or newly registered users is currently disabled because of issues with image removal. If you cannot edit this article and you wish to make a change, you can discuss changes on the talk page, request unprotection, log in, or create an account.
Baca juga artikel terkait dari Hidayatullah.com, klik di sini. Bagaimana tanggapan kamu?

Wednesday, February 20, 2008

Sony Ericsson XPERIA™ X1: Begitu Menggoda

Beberapa hari yang lalu aku mengunjungi situs Sony Ericsson. Seperti yang sering kita lihat, di halaman depan--setelah memilih negara--dipajang ponsel-ponsel terbaru. Ada cukup banyak ponsel baru kali ini. Namun, hanya satu yang memikat hatiku, yakni ponsel yang dipajang di urutan pertama, Sony Ericsson XPERIA™ X1. Pertama yang kita lihat pasti tongkrongannya. Bentuknya sangat berbeda dengan semua ponsel yang pernah diluncurkan Sony Ericsson. Pantas saja ponsel ini diberi label baru, yaitu X. Ponsel ini terlihat seperti ponsel-ponsel fesyen nan canggih masa kini dari vendor lain yang telah terbit lebih awal, seperti Apple iPhone dan LG KE850 Prada. X1 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dua ponsel tersebut, sampai-sampai ponsel ini disebut-sebut sebagai "iPhone killer". Salah satu keunggulannya yaitu X1 memiliki keyboard QWERTY sehingga membuat penggunanya lebih mudah dalam menulis. Untuk menggunakan keyboard QWERTY ini, Sony Ericsson menambahkan arc slider layaknya HTC TyTN II, tetapi lebih landai. Eh, beda ding, HTC TyTN II di-sliding lurus dulu, baru ditekuk, sedangkan SE X1 di-sliding langsung membentuk sudut kecil karena "rel" slider-nya cekung. Layarnya berjenis TFT (Thin Film Transistor) berukuran 3 inch wide VGA (800 x 480) dan didukung fitur layar sentuh (touchscreen), tetapi sayang hanya bisa menampilkan maksimal 65.536 warna. Bodinya terbuat dari bahan metal sehingga menambah kesan mewah ponsel ini dan tentu prestise pemiliknya. Sony Ericsson mengenalkan fitur baru melalui ponsel ini, yaitu XPERIA™ panel interface. Dengan ini, pengguna bisa menavigasikan menu menggunakan jari tangan, tidak perlu lagi alat bantu bernama stylus. Namun, tetap saja kita akan mendapatkan stylus dari ponsel ini. Stylus ini digunakan sebagai alternatif menulis karena ponsel ini mendukung handwriting recognition. Ada yang baru lagi yang dilakukan Sony Ericsson melalui ponsel ini. Baru kali ini mereka menggandeng Microsoft® untuk menyediakan sistem operasi Windows Mobile® terbaru, yakni Windows Mobile® 6, yang memiliki interface menyerupai interface Windows Vista®. Seandainya saja menggunakan Linux lengkap dengan Compiz Fusion, wow! Ponsel ini bisa digunakan di negara mana pun, karena mendukung semua (4) band GSM. Selain itu, juga mendukung jaringan 3G (UMTS) dan 3,5G (HSDPA). Dan layaknya ponsel canggih lainnya, X1 bisa digunakan untuk berinternet ria melalui Wi-Fi1. Ada fitur aGPS pula. O ya, kamera sekunder VGA pun tersedia untuk video call--tetapi letaknya tersembunyi, sehingga susah diidentifikasi2. Ponsel ini layak menyandang sebutan ponsel bisnis sekaligus fesyen karena di balik desainnya yang menawan, ada fitur-fitur yang bisa mendukung bisnis kita. Sebut saja penyunting dokumen yang bisa digunakan untuk mempersiapkan presentasi, e-mail untuk berkomunikasi dengan kolega, dan RSS reader agar selalu up-to-date terhadap berita-berita terkini. Bila kita jenuh dengan urusan bisnis, kita bisa menikmati musik melalui Windows Media® Player Mobile. Lebih asyik lagi, X1 telah mendukung Bluetooth™ stereo (A2DP). Kebanyakan vendor tidak terlalu memerhatikan fitur kamera untuk ponsel bisnis mereka. Hanya sebagai pelengkap. Lihat saja, kebanyakan kamera yang disematkan hanya bisa mencapai resolusi 1,3 MP atau 2 MP. Berbeda dengan X1 yang dikaruniai penangkap gambar berkekuatan 3,2 MP. Namun, jangan harap hasilnya akan mampu menandingi jepretan ponsel Sony Ericsson berlabel Cyber-shot™ walaupun resolusinya sama. Subhanallah, semakin menambah daftar ponsel yang aku inginkan. Sebelumnya sudah ada SE K770i, SE C902, dan HTC TyTN II. Memang aku lebih suka ponsel berkamera cukup lumayan atau berteknologi terkini. Informasi lebih lengkap, bisa klik di sini. Ya Allah, mudahkanlah aku untuk meminangnya.
1 Wi-Fi bisa dikatakan jalur alternatif untuk berinternet secara hemat karena banyak tempat yang menyediakan akses Wi-Fi gratis.
2 Diperbarui pada tanggal 6 Maret 2008, referensi: Mobile Gazette.

Monday, February 18, 2008

SIM-ku Telah Kembali

Tadi pagi aku ke Kejaksaan Negeri Bandung di Jalan Jakarta dengan maksud menebus SIM yang telah disita karena tilang beberapa bulan yang lalu. Prosesnya sangat cepat, tidak ada antrian, langsung dilayani petugas. Aku berikan surat tilang berwarna merah kemudian menunggu sebentar karena dia harus mencari SIM-ku dulu. Setelah ditemukan, aku dipanggil dan membayar sejumlah uang yang aku rasa melebihi denda aslinya karena sebelumnya aku pernah datang ke sidang lalu lintas--dengan niat mencari tahu bagaimana nasib SIM-ku yang telah lama ditahan--dan kata petugas pengadilan, denda jika SIM yang disita biasanya Rp 25.000--entah benar atau tidak. Tapi aku tidak bisa berbuat banyak. Ya sudah lah, ikhlaskan saja. Bagaimana dengan puasaku ya? Memang serba salah menghadapi urusan begini. Kenapa lama banget nebus SIM-nya? Hehehe. Begini ceritanya. Belum genap satu bulan sepeda motorku dimodifikasi, tepatnya Sabtu tanggal 1 Desember 2007, aku kena tilang dalam operasi polisi di Jalan Tamansari--belakang ITB. Waktu itu aku bersama temanku. Waktu mau melintas di depan para polisi, dia bilang, "Ada operasi Ni". Aku jawab, "Santai aja". Benar, aku rasa waktu itu tenang setenang-tenangnya ketika akan melewati operasi polisi. Mungkin karena ada teman--baru kali ini memboncengkan teman melewati hadangan operasi polisi. Tapi tak disangka, baru kali ini juga aku dihentikan polisi di jalan itu. Coba aku sendirian, mungkin akan lain ceritanya. Hehehe. Pak polisi bilang aku telah melanggar aturan knalpot. Hah! Katanya knalpot motorku menyebabkan kebisingan. Sambil mengisi surat tilang, aku bertanya, "Sejak kapan aturan ini?". Jawabnya, "Sejak tahun 2005." Aku kaget lagi, karena banyak sepeda motor yang bersuara lantang bahkan lebih memekakkan telinga daripada motorku. Terus aku tanya lagi, "Aturan ini se-Indonesia atau se-apa?" Jawabnya, "Se-Bandung." Oh.... Ya sudah lah, terima saja. Tanggal sidang ditentukan tanggal 14 Desember 2007 jam 9.00 bertepatan dengan ujian praktikum Basdat1--jam 9.00--dan deadline tugas SI2--jam 10.30. Aku pun pindah ke kelas lain untuk ujian praktikum Basdat--jam 7.00 s.d. 9.00. Setelah selesai ujian, ternyata masih ada masalah dalam tugas SI. Karena dua teman kelompokku ikut ujian Basdat jam 9.00, jadi aku harus menyelesaikannya sendiri. Alhamdulillah, kedua urusan kuliah selesai. Jam menunjukkan pukul 10.30. Aku bingung, mau ke pengadilan atau tidak. Aku tidak tahu, sidangnya bubar jam berapa. Ah, sudah lah, cuek saja. Hehehe. Setelah punya banyak waktu, pas liburan semester kemarin, aku menyempatkan diri ke PN pas jadwal sidang--Jumat pagi. Di sana aku mencoba menggali informasi bagaimana mendapatkan SIM-ku kembali. Setelah bertanya kepada petugas pengadilan, aku dapat jawaban kalau sudah lewat sidangnya, barang sitaan bisa diambil Jumat sore. Aku pun pulang. Sore pun tiba. Air dari langit mengguyur kota Bandung. Aku tidak jadi ke sana lagi sore itu. Nah, Jumat pekan kemarin, akhirnya aku bisa kembali ke PN. Kali ini jam 14. Aku berikan surat tilang kepada petugas dan berkata, "Ini sudah lewat Pak." Kemudian dia meneliti tanggal sidang yang tertera di surat dan bertanya, "14 Februari?" "Bukan, Desember." Dia melihat surat itu kembali. "Oh, Desember. Kalau sudah lewat 2 minggu, barangnya dikirim ke Kejaksaan Negeri di Jalan Jakarta. Ke sana saja hari Senin." Ya Allah, mudahkanlah aku. Dan Alhamdulillah, aku telah dipertemukan kembali dengan SIM-ku pada Senin pagi ini walaupun dia dalam keadaan cacat akibat terkena 3 tembakan staples. Kenapa tidak ganti knalpot ke model standar lagi? Masa baru beberapa bulan diganti lagi. Tidak ah. Lebih enak dengan knalpot sekarang. Performa jauh lebih mantap, kecuali di gigi 4--"ngeden". Lagipula, menghindar dari hukum manusia adalah mudah. Sudah cukup terbukti, dua bulan lebih tanpa SIM serta bulan Desember dan Januari polisi sering banget melakukan operasi di Jalan Tamansari--setahuku Februari belum pernah karena sering hujan, dan alhamdulillah aku tak tertangkap.
1 Basis Data
2 Sistem Informasi

Wednesday, February 6, 2008

Makan-Makan DAP ComLabs ITB 2008 #1


Senin, 28 Januari 2008 merupakan kali pertama kami, tim Divisi Akses Publik 2008 makan bersama. Acara ini merupakan kegiatan rutin tiap bulan. Tujuannya sih mempererat tali silaturahim. Untuk acara pertama ini, kami memilih tempat di "warung makan" Platinum, di pelataran Cihampelas Walk alias CiWalk.

Sebenarnya target kami bukan Platinum, melainkan Bumi Joglo--katanya sih di Dago Pakar. Yah, aku sih awam banget masalah beginian. Nurut aja deh, yang penting halalan thoyyiban. Nah, kenapa akhirnya mengalihkan perhatian ke Platinum? Waktu mau berangkat, Senin siang, hujan mengguyur bumi bermartabat--Bandung. Sampai sore. Rencana ke Bumi Joglo sore itu pun dibatalkan. Akhirnya setelah melalui perdebatan sengit selama kira-kira setengah jam, diputuskanlah ke Platinum. Kloter dibagi menjadi dua. Aku ikut kloter kedua. Kloter pertama ditugasi untuk memesan tempat dan harusnya naik motor, tapi tidak jadi. Jadinya mereka naik angkot. Jam 6 petang, 10 menit setelah kloter pertama berangkat, aku dan beberapa teman di kloter kedua berangkat naik angkot juga. Motor aku tinggalkan di kampus. Tidak ada yang naik motor walaupun beberapa di antara kami punya motor.

Setiba di lokasi kejadian, kami diberi daftar menu satu per satu--kayanya ada yang tidak dapat deh. Aku pun menelitinya. Sebagian besar masakan asing bagiku. Yang tidak asing paling nasi putih. Hehe.... Dari total 16 anggota tim, hanya 12 saja yang ikut. Dan jatah sebenarnya 15ribu per orang, melonjak jadi 21ribu per orang. Selain ada yang tidak datang, juga karena ada tambahan uang dari dua divisi--kalo ga salah. Aneh, di bawah divisi--Divisi Akses Publik-- ada divisi lagi--Divisi Maintenance, Divisi Kominfo, dll. Ternyata uang segini banyak tidak pas untuk dialokasikan di warung ini. Menurutku sih idealnya 26-30 ribu karena harga makanannya rata-rata 20 ribuan. Aku pun menjatuhkan pilihan ke Combo Tepanyaki seharga 20 ribuan (belum termasuk PPN 10 %). Tidak pesan minuman. Nanti beli di luar saja. Setelah itu, aku mengambil jajanan welkom--krupuk 3 jenis. Lumayan lah, walaupun sedikit sudah bisa membuat langit-langit mulutku lecet-lecet--ah, apa ini namanya.


Waktu sholat maghrib pun tiba. Kami tunaikan kewajiban ini di mushola CiWalk. Setelah itu, beli minuman di Toserba Yogya. Waktu itu beberapa dari kami, yang beli minuman di Toserba Yogya--termasuk aku, merasa tidak enak karena beli minuman di luar, tapi ya ... terpaksa. Mahal banget minuman di Platinum. Setiba di warung itu lagi, masakan sudah siap semua. Setelah melihat masakan yang dipesan, berkomentarlah beberapa orang. Yang paling kecewa adalah Presiden DAP ComLabs ITB saat ini, Mamat. Dia bilang, "Pesen Noodle Tepanyaki, yang dateng mie ayam seharga 18 ribu... T__T." Sepertinya kapok dia. Makanan pun kemudian kami lahap.


Sebenarnya aku juga kurang suka dengan makanan seperti ini. Sudah jadi kebiasaan, kalau acara seperti ini, tempatnya tidak sesuai denganku. Maklum lah, cah ndesa. Aku lebih suka makanan Indonesia asli. Ini sih sudah tercemar budaya asing. Setelah makan pun, perut seperti tidak menerima dengan ikhlas, rasanya agak sakit. Hehe....

Tak lupa, acara ini diabadikan. Pelayan di sana pun tak ketinggalan ikut memotret kami. Tak sampai di situ, setelah keluar pun salah seorang pelayan kembali memotret kami. Semoga pada acara selanjutnya makanannya bisa diterima dengan lapang dada.