Saturday, January 19, 2008

Akhirnya DVD NetBeans 6.0 Sampai di Tanganku

Pagi tadi saya menerima DVD Starter Kit NetBeans 6.0 yang saya minta langsung dari Sun Microsystems, Inc. lewat situs NetBeans (www.netbeans.org). Kira-kira waktu yang ditempuh sejak pemesanan hingga sampai ke tanganku 6-7 pekan. Cap pos dari kantor pos asalnya (Praha, Rep. Ceska) tercatat tanggal 10 Januari 2008. Berarti DVD ini "melaju" dari "terminal pemberangkatan" hingga sampai tujuan (tempat kos saya di Bandung) memakan waktu 9 hari. Ini kali ketiga saya memesan CD/DVD semacam ini. Sebelumnya saya pernah dua kali memesan CD Ubuntu. Yang pertama dikirim ke Bandung. Yang kedua dikirim ke Tegal. Berbeda dengan CD Ubuntu, DVD NetBeans ini benar-benar gratis. Asli! Tanpa merogoh kocek sama sekali. CD Ubuntu memang sebenarnya gratis, tetapi kita harus membayar sejumlah uang kepada Pos Indonesia. Kalau tidak salah paket CD-nya dibungkus kembali oleh perusahaan tersebut--sudah lupa soale sudah lama banget, versi 6.06. Mungkin biaya yang kita bayarkan digunakan untuk itu. Namun, ada perbedaan di antara dua pengiriman CD Ubuntu ini. Waktu dikirim ke Bandung, CD diantar sampai ke tujuan, sedangkan waktu dikirim ke Tegal, CD harus diambil ke Kantor Pos--sebelumnya saya menerima pemberitahuannya. Karena perbedaan ini, biaya yang harus saya keluarkan pun berbeda. Jauh lebih murah dikirim ke Tegal. Seingat saya kalau ke Bandung Rp 5.000, kalau ke Tegal Rp 2.000--maaf kalau salah. Sekarang beralih ke DVD NetBeans 6.0. Awalnya saya tidak berminat memesannya. Pada awal peluncuran, saya bermaksud mengunduhnya langsung, tetapi diblok oleh "Cumi ITB". Aneh kan? Beberapa hari kemudian, ada seorang mahasiswa Teknik Informatika ITB angkatan 2004 yang memberitahukan bahwa sudah ada NetBeans 6.0 untuk Windows di server ITB. Namun, saya tidak mengunduhnya. Malah saya "terbang" ke NetBeans lagi bermaksud mengunduhnya langsung, tetapi masih diblok juga oleh "Cumi ITB". Terus saya terpikir untuk memesan DVD. Dalam pikiran saya, pasti isinya tidak hanya installer NetBeans 6.0 untuk Windows seperti yang sudah ditaruh di server ITB tadi karena berkas installer NetBeans versi sebelumnya yang untuk Windows hanya berukuran 50-an MB. Jika ada 10 installer (untuk Windows, Linux, Solaris, dsb.) saja masih cukup disimpan dalam satu CD. Hari-hari berikutnya saya iseng untuk mengecek status pesanan. Beberapa kali saya lakukan, hasilnya selalu belum dikirim. Jadi cape sendiri. Akhirnya mencoba untuk mengunduh, dan kali ini "Cumi ITB" sudah memperbolehkannya. Dugaan saya mengenai berkas installer sedikit melenceng. Ternyata di sana bisa langsung memilih pak yang akan diunduh. Saya pilih yang full. Berkas ini ternyata berukuran 167 MB. Jadi, kalau ada 5 installer ini saja sudah harus menggunakan DVD. Namun, saya tetap optimis mendapatkan data-data tambahan selain installer. Masa dari kapasitas 4 GB lebih hanya digunakan 1 GB? Kemudian saya juga mengunduh beberapa tutorialnya. Kok jadi keluar dari pembahasan DVD lagi? Ya wis, balik maning maring DVD NetBeans 6.0. Ini nih konten penting dari DVD ini.
  1. Installer untuk Windows 2000/XP/Vista, Linux (x86/x64), Solaris 10 (x86/x64), Solaris 10 (sparc), MacOS X (intel), dan MacOS X (powerpc) Berisi Java SE Development Kit 6 Update 3 dan NetBeans IDE 6.0 (Base IDE; NetBeans Packs: Java SE, Web & Java EE, Mobility, UML, SOA, Ruby, dan C/C++; serta Runtimes: GlassFish V2 dan Apache Tomcat 6.0.14).
  2. Starter Kit Berisi dokumentasi dan tutorial, yaitu Getting Started With NetBeans IDE, Java Learning Materials, dan IDE Learning Trails. Ada contoh programnya juga lho.

Sunday, January 6, 2008

Ganti Template, Bagus Kan?

Kemarin saya mengganti template blog ini. Sebelumnya saya menggunakan template resmi dari Blogger, namanya Tic Tac, pembuatnya Den Cederholm. Saat ini sudah ganti menggunakan template dari pihak ketiga (Jack Book), namanya Red White Web 2.0 Blogger Template, pembuatnya Carl Mason. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengganti template blog ini. Saya sudah berusaha mencari di berbagai tempat, tetapi baru bisa kali ini. Setelah mendapatkan template ini pun saya masih harus berjuang karena perlu penyesuaian. Memang, di situs sumbernya menyediakan instruksi penggunaan, tetapi coba lihat, hanya instruksi (sangat) dasar. Itu pun saya rasa susah dipraktikkan oleh orang awam. Mungkin karena template ini disunting oleh orang lain (bukan pembuatnya). Ya, menurut Jack Book, template ini sejatinya dibuat untuk Wordpress. Kemudian oleh kristofer93 diadaptasi ke Blogger. Sudah diberi template gratis, masih mengeluh? Coba lihat deh blog lain yang menggunakan template ini. Bisa kamu googling dengan kata kunci Carl Mason. Banyak konten dalam blog tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa kode yang seharusnya disematkan di balik tampilan yang apik tersebut tidak ditulis. Misalnya saja pada "Up?" yang seharusnya jika diklik, halaman akan kembali ke bagian atas. Selain itu, ada juga yang menghapus search box di header (karena tidak suka atau tidak berfungsi?). Padahal, kodenya sudah disediakan di situsnya. Ya sudahlah, yang penting saya sudah berhasil mengimplementasikannya. Kalau kamu ingin bertanya, silakan.

Thursday, January 3, 2008

Menampilkan Status Online Yahoo! Messenger di Situs

Tentu tidak jarang kita melihat situs yang menampilkan sebuah gambar dari Yahoo! Messenger bertuliskan Not Online atau I'm Online seperti berikut:

Gambar di atas bukanlah sekadar gambar biasa. Gambar ini menunjukkan status Yahoo! ID di Yahoo! Messenger apakah sedang online atau offline. Biasanya ID tersebut milik si pemilik, webmaster, atau kontak/support situs yang bersangkutan. Bagaimana sistem kerjanya? Dan bagaimana pula cara membuatnya?

Begini cara kerjanya. Jika gambar tersebut (baik bertuliskan Not Online maupun I'm Online) kita klik, maka ada dua skenario bergantung pada kode yang ditanamkan di balik ikon tersebut. Yang pertama (dan juga yang klasik), program Yahoo! Messenger di komputer kita akan ditampilkan. Tentu saja jika program tersebut sudah terpasang di komputer kita. Yang kedua (ini lebih "modern"), internet browser yang kita gunakan akan membuka situs webmessenger.yahoo.com (Yahoo! Messenger versi web). Selanjutnya, sama. Jika kita sudah online sebelum mengklik ikon tersebut, maka kita langsung dihadapkan pada jendela conversation dengan orang tersebut. Jika belum online, kita harus sign in dulu.

Sekarang, cara membuat ikon tersebut. Kamu cukup menyisipkan salah satu kode di bawah ini ke situs kamu. Bila akan menambahkannya ke dalam blog kamu di Blogger, maka masuklah ke menu "Template" > "Elemen Halaman", klik "Tambahkan sebuah Elemen Halaman" di bagian template blog, pilih "HTML/JavaScript", salin kodenya pada bagian konten (judulnya terserah kamu), simpan.

  1. Versi desktop
    1. Tampilan (asli, bisa dicoba diklik):
    2. Kode:

      Ingat, ganti YAHOO!-ID pada kode di atas dengan Yahoo! ID kamu.
  2. Versi web
    1. Tampilan (asli, bisa dicoba diklik):
    2. Kode:

      Ingat, ganti YAHOO!-ID pada kode di atas dengan Yahoo! ID kamu.
Gambar yang ditampilkan tidak hanya seperti yang ditampilkan di atas. Semuanya ada 25 gambar berbeda. Cara menggunakannya tinggal mengganti variabel t (0-24) pada kode di atas (baik versi desktop maupun versi web). Berikut ini gambar dan nilai t-nya.
  1. t=0
  2. t=1
  3. t=2
  4. t=3
  5. t=4
  6. t=5
  7. t=6
  8. t=7
  9. t=8
  10. t=9
  11. t=10
  12. t=11
  13. t=12
  14. t=13
  15. t=14
  16. t=15
  17. t=16
  18. t=17
  19. t=18
  20. t=19
  21. t=20
  22. t=21
  23. t=22
  24. t=23
  25. t=24

Gambar lengkap online dan offline bisa dilihat di sini.

Di antara dua versi seperti yang disebutkan di atas, tentu versi web lebih layak dipilih karena bisa berjalan dalam kondisi apapun. Berbeda dengan versi desktop. Versi desktop hanya berjalan jika di komputer kita sudah terpasang aplikasi Yahoo! Messenger. Tentu tidak semua komputer sudah terpasang aplikasi ini, apalagi aplikasi ini hanya tersedia untuk Windows. Sebenarnya kode versi desktop memanggil perintah yang terdapat pada registry di Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\ymsgr\shell\open\command. Di situ ada satu registry. Nah, jika registry tersebut (di)rusak tentunya aplikasi Yahoo! Messenger tidak bisa dipanggil.

Selamat mencoba!

Wednesday, November 28, 2007

Membuat Ikon Blog

Setiap situs yang memiliki ikon/logo situs biasanya menampilkan ikon versi kecilnya di bagian kiri address bar dan juga di bagian kiri title situs. Ikon kecil ini disebut favicon (singkatan dari favorites icon). Nah, kita pun bisa menampilkan favicon sesuai kehendak kita sendiri di situs/blog kita. Caranya sangat mudah. Saya pun mendapatkan ilmu ini hanya dengan melihat page source suatu situs. Bagaimana caranya? Pertama, tentu kita harus mempersiapkan sebuah ikon kecil yang nantinya akan ditampilkan di kedua bagian tersebut. Biasanya ikon ini berukuran 16x16 piksel kuadrat atau 32x32 piksel kuadrat. Namun, saya sarankan buatlah yang berukuran 16x16 piksel kuadrat (ikon blog saya ini pun berukuran demikian) karena ruang untuk favicon sangatlah kecil. Untuk membuatnya, gunakanlah penyunting gambar sesuai selera masing-masing (yang penting bisa membuat file .ico), seperti Paint, Paint.NET, dan Visual Studio. Walaupun tidak ada pilihan untuk menyimpan berkas sebagai berkas ikon (.ico), Paint dan Paint.NET tetap bisa membuatnya. Caranya ketikkan nama berkas diikuti .ico di kolom "File name" dan pilihlah tipe gambar JPEG di kolom "Save as type". Untuk membuat ikon blog ini saya menggunakan Visual Studio. Kakas yang sejatinya diperuntukkan untuk pemrograman ini bisa membuat berkas ikon (.ico) -- yang seharusnya untuk membuat ikon program -- dengan latar belakang transparan. Untuk Paint.NET kita bisa menggunakan plugin yang harus diinstalasi terlebih dahulu untuk membuat latar belakang transparan, sedangkan di Paint saya tidak mengerti cara membuat latar belakang transparan (sepengetahuan saya, program ini tidak bisa melakukannya). Sebenarnya ada banyak sekali kakas pembuat ikon. Cobalah googling dengan kata kunci ico creator. Sebelum lanjut ke langkah berikutnya, alangkah baiknya kita terlebih dulu mengecek apakah ikon yang kita buat dapat ditampilkan dengan baik atau tidak. Caranya, buka berkas .ico tersebut dengan menggunakan internet browser. Ada banyak cara untuk melakukannya. Salah satunya dengan klik kanan berkas .ico tersebut kemudian pilih "Open With" dan pilihlah internet browser (misalnya Mozilla Firefox). Saya telah mencobanya di Mozilla Firefox dan berhasil, sedangkan di Internet Explorer tidak bisa (kecuali dibangkitkan dari kode HTML yang akan dijelaskan di bawah ini). Setelah berkas ikon tersebut siap, unggahlah berkas tersebut ke tempat yang bisa diakses oleh semua orang. Sebagai catatan, kita tidak bisa mengunggah berkas .ico ke album web Picasa kita. Oleh karena itu, gunakanlah tempat lain. Kemudian kita beralih ke pengaturan blog kita. Masuklah ke menu "Layout" -> "Template" -> "Edit HTML". Tambahkan kode <link rel='shortcut icon' href='[link gambar .ico]'/> di bagian head (antara <head> dan </head>). Agar lebih mudah, letakkan kode tersebut tepat di bawah tag <head>. Contoh: <head> <link rel='shortcut icon' href='http://students.itb.ac.id/~hafni_syaeful_s/img/favicon.ico'/> Jangan lupa untuk menyimpan template tersebut. Selesai. Sekarang, lihatlah (tampilan) blog tersebut dan berikan komentar kamu di sini. Catatan: Cara ini bisa diaplikasikan untuk semua situs, tidak hanya di Blogger saja, karena kode yang ditambahkan merupakan kode HTML biasa.

Wednesday, October 31, 2007

Membuat Fitur "Read More" di Blogger

Setelah mem-posting sedemikian banyak artikel, saya merasa ada sesuatu yang tidak sedap dipandang di blog ini. Ya, setiap artikel selalu tampil penuh di halaman muka, tidak seperti di situs-situs lain (misalnya situs berisi informasi atau berita) yang hanya menampilkan beberapa kalimat teratas dari sebuah berita di halaman muka dan menyediakan link untuk membaca berita secara penuh (banyak orang menyebutnya "read more"). Saya pun mencari pengaturan untuk menampilkan artikel seperti ini di Blogger dan hasilnya nihil. Akhirnya, ya tanya kepada Adik Google (karena lebih muda dari saya). Setelah ketemu pun tidak begitu saja saya aplikasikan. Baru di referensi ketiga, saya merasa pas. Ini caranya.
  1. Login ke Blogger Setelah login, pastikan Anda berada di halaman "Panel Kontrol".
  2. Klik "Layout" di menu "Manage"
  3. Klik "Edit HTML" (submenu dari "Template")
  4. Beri tanda centang pada "Expand Template Widget"
  5. Cari kode <p><data:post.body/></p> Gunakan Ctrl+F dan masukkan kata kunci post.body untuk memudahkan pencarian.
  6. Timpa kode <p><data:post.body/></p> dengan kode berikut <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <style>.fullpost{display:inline;}</style> <p><data:post.body/></p> <b:else/> <style>.fullpost{display:none;}</style> <p><data:post.body/></p> <a expr:href='data:post.url'>Baca selengkapnya...</a> </b:if>
  7. Hasilnya Potongan kode di class "post-body" adalah sebagai berikut: <div class='post-body entry-content'> <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <style>.fullpost{display:inline;}</style> <p><data:post.body/></p> <b:else/> <style>.fullpost{display:none;}</style> <p><data:post.body/></p> <a expr:href='data:post.url'>Baca selengkapnya...</a> </b:if> <div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats --> </div> Catatan: Baris pertama dari potongan kode di atas bisa <div class='post-body entry-content'> atau <div class='post-body'>.
  8. Klik "Simpan Template"
  9. Agar kode ini berfungsi, kita harus menambahkan dua baris kode di postingan, yaitu <span class="fullpost"> </span> Tempatkan kata-kata yang akan ditampilkan di muka di atas kedua baris kode tersebut dan kata-kata sisanya di antara kedua baris kode tersebut. Catatan: Jika kamu ingin postingan lama juga mempunyai "read more", lakukanlah hal ini juga terhadap semua postingan tersebut. Tips: Untuk memudahkan dan agar tidak lupa, buatlah template posting dengan isi kedua baris kode tersebut. Caranya, masuk ke "Pengaturan" -> "Format" kemudian ketikkan kode tersebut di kolom "Template Posting" dan klik "Simpan Pengaturan".
Selamat mencoba dan saya tunggu komentar kamu.

Thursday, October 25, 2007

Kehilangan Rp 1,2 Juta

Pada tanggal 2 Oktober 2007 saya menyetor uang sejumlah Rp 1,5 juta ke rekening Shar-E saya. Namun, karena ada masalah jaringan, data setoran tidak langsung dimasukkan ke dalam database sistem informasi mereka. Dua hari berikutnya saya juga menyetor uang sejumlah Rp 13 juta ke rekening tersebut. Kedua transaksi tersebut dilakukan di Bank Muamalat Cabang Salman Bandung. Rp 13 juta? Hmmm.... Uang sebanyak itu bukan milik saya, melainkan milik Departemen Ekonomi Gamais. Itu semua hasil dari penjualan barang-barang perlengkapan kuliah. Saya simpan di bank karena cukup banyak dan juga beberapa hari berikutnya akan pulang ke Tegal. Pada tanggal 5 Oktober 2007 saya pulang ke Tegal. Belum lama menikmati liburan di sana, saya sudah mendapat amanah lagi. Saya disuruh mentransfer uang hasil penjualan barang-barang perlengkapan kuliah sejumlah Rp 1,5 juta ke rekening salah seorang teman saya. Selain itu, saya juga masih menyisakan tugas yang belum selesai, yakni memberikan uang juga sejumlah Rp 7 juta kepada teman saya yang lain untuk membayar buku dari Erlangga yang kami jual. Pada tanggal 8 Oktober 2007 saya bermaksud mengambil uang Rp 1,5 juta dari rekening Shar-E saya di ATM BNI untuk ditransfer ke teman yang pertama (rekening BNI). Mengapa tidak transfer langsung via ATM saja? Harusnya seperti itu ya? Dalam satu kali penarikan di ATM BNI maksimal Rp 1,2 juta. Jadi, saya memilih nilai maksimal ini terlebih dulu. Namun, setelah ditunggu, ternyata uang dari ATM tidak keluar (saya lupa alasannya apa). Saya sering mengalami hal ini sehingga tidak khawatir. Setelah itu, saya mencoba ke ATM BRI dan gagal juga. Akhirnya saya mentransferkan uang yang sudah tersedia di kantong saya dulu ke BNI dan suatu saat nanti diganti. Esok harinya saya berniat mentransferkan uang kepada teman saya yang kedua. Kali ini saya mencoba untuk mentransfer langsung via ATM BRI. Setelah dicoba, eh, gagal maning, gagal maning. Kemudian saya mencoba untuk mengambil uang Rp 100 ribu dan berhasil. Setelah melihat slip transaksi yang keluar dari ATM saya merasa terkejut. Di situ tercetak saldo rekening saya hanya Rp 13 jutaan. Bagaimana ini terjadi?! Jika ditelusuri dari dua setoran terakhir saja seharusnya sudah mencapai Rp 14,5 juta. Saya mengira setoran saya yang Rp 1,5 juta (yang dijelaskan di atas) belum dimasukkan ke database karena jika dihitung-hitung cukup tepat jumlahnya. Ya sudah lah, nanti dicek ketika di Bandung (karena slip transaksi ada di sana). Karena gagal transfer via ATM, saya memutuskan untuk mentransfernya langsung di Bank Muamalat. Cukup jauh lokasinya dari rumah saya, sekitar 13 km. Dan alhamdulillah, tugas transfer kedua ini sudah terselesaikan. Setelah liburan selesai, saya kembali ke Bandung. Kemarin, 24 Oktober 2007, saya pergi ke Bank Muamalat Cabang Salman Bandung dengan maksud untuk mengecek kejanggalan yang saya ceritakan di atas. Sembari menunggu giliran berhadapan dengan pegawai Customer Service (CS), saya mendengarkan pembicaraan antara pegawai CS dengan nasabah. Saya menangkap pembicaraannya mengenai kegagalan penarikan uang di ATM BNI yang tetap mengurangi saldo. Nah, saat itu juga saya tersadar bahwa perkiraan saya mengenai penyebab kejanggalan tadi kurang tepat. Saya menjadi berbalik curiga terhadap proses penarikan uang di ATM BNI. Setelah diperiksa, ternyata benar. Transaksi penarikan Rp 1,2 juta di ATM BNI yang gagal ini tetap tercatat. Setelah itu saya diberi lembar klaim permasalahan ini yang sebelumnya sudah diisi oleh pegawai CS untuk saya tandatangani. Semoga uang yang hilang tersebut kembali.

Monday, October 1, 2007

Software Legal "Murah" dari Microsoft

Sejak tahun 2003 Microsoft bekerja sama dengan ITB dalam program yang bernama Campus Agreement. Dengan adanya program ini, seluruh civitas akademik ITB terbantu dalam penyediaan perangkat lunak legal dari Microsoft yang sering dipakai di lingkungan akademik. Program ini menawarkan lisensi murah atas produk-produk Microsoft. Namun, lisensi ini hanya berlaku maksimal satu tahun (kadaluwarsa setiap tanggal 31 Agustus). Pada awal September lalu, lisensi untuk masa berlaku sampai dengan 31 Agustus 2008 diterbitkan. Daftar produk (jumlah CD, dan nilai harga eceran di amazon.com per 29 Agustus 2007) yang ditawarkan yaitu:
  • Paket 1: (unit kerja, dosen, atau mahasiswa)
    • Windows XP Professional with Service Pack 2 (1 CD, senilai $364.05)
    • Windows Vista Business Upgrade (4 CD, senilai $184.99)
    • Office Professional XP 2007(1 CD, senilai $399.99)
    • Office 2004 for Mac Standard Edition (1 CD, senilai $337.95)
    • Visio Professional 2003 (1 CD, senilai $249.99)
    • Virtual PC 2004 (1 CD, $49.99)
    • Encarta Premium 2007 (5 CD, senilai $36.99)
    Kontribusi per mahasiswa Rp.10.000 dan per dosen Rp 15.000.
  • Paket 2: (unit kerja, dosen, atau mahasiswa Paket 1 ditambah dengan
    • Visual Studio 2005 (6 CD, senilai $1,249.60)
    • Project 2003 Professional (1 CD, senilai $789.99)
    Kontribusi per mahasiswa Rp 15.000 per dosen Rp 20.000.
  • Paket 3: (khusus unit kerja) Paket 2 ditambah Server Products (TBD, senilai >>$1000). Tidak dikenakan biaya (gratis).
  • Paket Autodesk Inventor Sumbangan prodi Teknik Mesin ITB melalui program PHK A3.
Dari situs sumber tidak ada penjelasan produk apa saja pada Server Products (Paket 3) dan Paket Autodesk Inventor. Banyak orang mengira bahwa program ini merupakan jerih payah ITB dalam bernegosiasi dengan Microsoft. Bahkan, sebagian dari mereka mengatakan bahwa pemerintah Indonesia seharusnya belajar dari ITB dalam merayu Microsoft untuk mendapatkan lisensi murah tersebut. Namun, saya kurang yakin dengan pernyataan ini karena sejatinya Campus Agreement merupakan program Microsoft untuk membantu mengembangkan pendidikan perguruan tinggi di seluruh dunia. Jadi, bukan hanya ITB saja yang menjadi mitranya. Beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia pun tak luput dari sentuhan Campus Agreement, seperti Unibraw walaupun spesifikasi programnya agak berbeda. Dengan membeli lisensi ini, tetap saja kita akan berada pada masa di mana kita menggunakan software ilegal, yaitu saat lisensi kadaluwarsa sampai dengan kita membeli lisensi lagi. Misalnya, lisensi kadaluwarsa pada tanggal 31 Agustus 2007. Karena malas atau hal lain, kita membeli lisensi lagi pada tanggal 20 September 2007. Dengan demikian, software yang mulanya legal menjadi ilegal selama 19 hari kecuali jika kita menghapusnya sementara pada selang waktu tersebut. Selain Campus Agreement, masih ada beberapa program lain dari kerja sama ITB-Microsoft, seperti Microsoft Innovation Center dan Microsoft Student Ambassador.