Wednesday, February 20, 2008

Sony Ericsson XPERIA™ X1: Begitu Menggoda

Beberapa hari yang lalu aku mengunjungi situs Sony Ericsson. Seperti yang sering kita lihat, di halaman depan--setelah memilih negara--dipajang ponsel-ponsel terbaru. Ada cukup banyak ponsel baru kali ini. Namun, hanya satu yang memikat hatiku, yakni ponsel yang dipajang di urutan pertama, Sony Ericsson XPERIA™ X1. Pertama yang kita lihat pasti tongkrongannya. Bentuknya sangat berbeda dengan semua ponsel yang pernah diluncurkan Sony Ericsson. Pantas saja ponsel ini diberi label baru, yaitu X. Ponsel ini terlihat seperti ponsel-ponsel fesyen nan canggih masa kini dari vendor lain yang telah terbit lebih awal, seperti Apple iPhone dan LG KE850 Prada. X1 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dua ponsel tersebut, sampai-sampai ponsel ini disebut-sebut sebagai "iPhone killer". Salah satu keunggulannya yaitu X1 memiliki keyboard QWERTY sehingga membuat penggunanya lebih mudah dalam menulis. Untuk menggunakan keyboard QWERTY ini, Sony Ericsson menambahkan arc slider layaknya HTC TyTN II, tetapi lebih landai. Eh, beda ding, HTC TyTN II di-sliding lurus dulu, baru ditekuk, sedangkan SE X1 di-sliding langsung membentuk sudut kecil karena "rel" slider-nya cekung. Layarnya berjenis TFT (Thin Film Transistor) berukuran 3 inch wide VGA (800 x 480) dan didukung fitur layar sentuh (touchscreen), tetapi sayang hanya bisa menampilkan maksimal 65.536 warna. Bodinya terbuat dari bahan metal sehingga menambah kesan mewah ponsel ini dan tentu prestise pemiliknya. Sony Ericsson mengenalkan fitur baru melalui ponsel ini, yaitu XPERIA™ panel interface. Dengan ini, pengguna bisa menavigasikan menu menggunakan jari tangan, tidak perlu lagi alat bantu bernama stylus. Namun, tetap saja kita akan mendapatkan stylus dari ponsel ini. Stylus ini digunakan sebagai alternatif menulis karena ponsel ini mendukung handwriting recognition. Ada yang baru lagi yang dilakukan Sony Ericsson melalui ponsel ini. Baru kali ini mereka menggandeng Microsoft® untuk menyediakan sistem operasi Windows Mobile® terbaru, yakni Windows Mobile® 6, yang memiliki interface menyerupai interface Windows Vista®. Seandainya saja menggunakan Linux lengkap dengan Compiz Fusion, wow! Ponsel ini bisa digunakan di negara mana pun, karena mendukung semua (4) band GSM. Selain itu, juga mendukung jaringan 3G (UMTS) dan 3,5G (HSDPA). Dan layaknya ponsel canggih lainnya, X1 bisa digunakan untuk berinternet ria melalui Wi-Fi1. Ada fitur aGPS pula. O ya, kamera sekunder VGA pun tersedia untuk video call--tetapi letaknya tersembunyi, sehingga susah diidentifikasi2. Ponsel ini layak menyandang sebutan ponsel bisnis sekaligus fesyen karena di balik desainnya yang menawan, ada fitur-fitur yang bisa mendukung bisnis kita. Sebut saja penyunting dokumen yang bisa digunakan untuk mempersiapkan presentasi, e-mail untuk berkomunikasi dengan kolega, dan RSS reader agar selalu up-to-date terhadap berita-berita terkini. Bila kita jenuh dengan urusan bisnis, kita bisa menikmati musik melalui Windows Media® Player Mobile. Lebih asyik lagi, X1 telah mendukung Bluetooth™ stereo (A2DP). Kebanyakan vendor tidak terlalu memerhatikan fitur kamera untuk ponsel bisnis mereka. Hanya sebagai pelengkap. Lihat saja, kebanyakan kamera yang disematkan hanya bisa mencapai resolusi 1,3 MP atau 2 MP. Berbeda dengan X1 yang dikaruniai penangkap gambar berkekuatan 3,2 MP. Namun, jangan harap hasilnya akan mampu menandingi jepretan ponsel Sony Ericsson berlabel Cyber-shot™ walaupun resolusinya sama. Subhanallah, semakin menambah daftar ponsel yang aku inginkan. Sebelumnya sudah ada SE K770i, SE C902, dan HTC TyTN II. Memang aku lebih suka ponsel berkamera cukup lumayan atau berteknologi terkini. Informasi lebih lengkap, bisa klik di sini. Ya Allah, mudahkanlah aku untuk meminangnya.
1 Wi-Fi bisa dikatakan jalur alternatif untuk berinternet secara hemat karena banyak tempat yang menyediakan akses Wi-Fi gratis.
2 Diperbarui pada tanggal 6 Maret 2008, referensi: Mobile Gazette.

Monday, February 18, 2008

SIM-ku Telah Kembali

Tadi pagi aku ke Kejaksaan Negeri Bandung di Jalan Jakarta dengan maksud menebus SIM yang telah disita karena tilang beberapa bulan yang lalu. Prosesnya sangat cepat, tidak ada antrian, langsung dilayani petugas. Aku berikan surat tilang berwarna merah kemudian menunggu sebentar karena dia harus mencari SIM-ku dulu. Setelah ditemukan, aku dipanggil dan membayar sejumlah uang yang aku rasa melebihi denda aslinya karena sebelumnya aku pernah datang ke sidang lalu lintas--dengan niat mencari tahu bagaimana nasib SIM-ku yang telah lama ditahan--dan kata petugas pengadilan, denda jika SIM yang disita biasanya Rp 25.000--entah benar atau tidak. Tapi aku tidak bisa berbuat banyak. Ya sudah lah, ikhlaskan saja. Bagaimana dengan puasaku ya? Memang serba salah menghadapi urusan begini. Kenapa lama banget nebus SIM-nya? Hehehe. Begini ceritanya. Belum genap satu bulan sepeda motorku dimodifikasi, tepatnya Sabtu tanggal 1 Desember 2007, aku kena tilang dalam operasi polisi di Jalan Tamansari--belakang ITB. Waktu itu aku bersama temanku. Waktu mau melintas di depan para polisi, dia bilang, "Ada operasi Ni". Aku jawab, "Santai aja". Benar, aku rasa waktu itu tenang setenang-tenangnya ketika akan melewati operasi polisi. Mungkin karena ada teman--baru kali ini memboncengkan teman melewati hadangan operasi polisi. Tapi tak disangka, baru kali ini juga aku dihentikan polisi di jalan itu. Coba aku sendirian, mungkin akan lain ceritanya. Hehehe. Pak polisi bilang aku telah melanggar aturan knalpot. Hah! Katanya knalpot motorku menyebabkan kebisingan. Sambil mengisi surat tilang, aku bertanya, "Sejak kapan aturan ini?". Jawabnya, "Sejak tahun 2005." Aku kaget lagi, karena banyak sepeda motor yang bersuara lantang bahkan lebih memekakkan telinga daripada motorku. Terus aku tanya lagi, "Aturan ini se-Indonesia atau se-apa?" Jawabnya, "Se-Bandung." Oh.... Ya sudah lah, terima saja. Tanggal sidang ditentukan tanggal 14 Desember 2007 jam 9.00 bertepatan dengan ujian praktikum Basdat1--jam 9.00--dan deadline tugas SI2--jam 10.30. Aku pun pindah ke kelas lain untuk ujian praktikum Basdat--jam 7.00 s.d. 9.00. Setelah selesai ujian, ternyata masih ada masalah dalam tugas SI. Karena dua teman kelompokku ikut ujian Basdat jam 9.00, jadi aku harus menyelesaikannya sendiri. Alhamdulillah, kedua urusan kuliah selesai. Jam menunjukkan pukul 10.30. Aku bingung, mau ke pengadilan atau tidak. Aku tidak tahu, sidangnya bubar jam berapa. Ah, sudah lah, cuek saja. Hehehe. Setelah punya banyak waktu, pas liburan semester kemarin, aku menyempatkan diri ke PN pas jadwal sidang--Jumat pagi. Di sana aku mencoba menggali informasi bagaimana mendapatkan SIM-ku kembali. Setelah bertanya kepada petugas pengadilan, aku dapat jawaban kalau sudah lewat sidangnya, barang sitaan bisa diambil Jumat sore. Aku pun pulang. Sore pun tiba. Air dari langit mengguyur kota Bandung. Aku tidak jadi ke sana lagi sore itu. Nah, Jumat pekan kemarin, akhirnya aku bisa kembali ke PN. Kali ini jam 14. Aku berikan surat tilang kepada petugas dan berkata, "Ini sudah lewat Pak." Kemudian dia meneliti tanggal sidang yang tertera di surat dan bertanya, "14 Februari?" "Bukan, Desember." Dia melihat surat itu kembali. "Oh, Desember. Kalau sudah lewat 2 minggu, barangnya dikirim ke Kejaksaan Negeri di Jalan Jakarta. Ke sana saja hari Senin." Ya Allah, mudahkanlah aku. Dan Alhamdulillah, aku telah dipertemukan kembali dengan SIM-ku pada Senin pagi ini walaupun dia dalam keadaan cacat akibat terkena 3 tembakan staples. Kenapa tidak ganti knalpot ke model standar lagi? Masa baru beberapa bulan diganti lagi. Tidak ah. Lebih enak dengan knalpot sekarang. Performa jauh lebih mantap, kecuali di gigi 4--"ngeden". Lagipula, menghindar dari hukum manusia adalah mudah. Sudah cukup terbukti, dua bulan lebih tanpa SIM serta bulan Desember dan Januari polisi sering banget melakukan operasi di Jalan Tamansari--setahuku Februari belum pernah karena sering hujan, dan alhamdulillah aku tak tertangkap.
1 Basis Data
2 Sistem Informasi

Wednesday, February 6, 2008

Makan-Makan DAP ComLabs ITB 2008 #1


Senin, 28 Januari 2008 merupakan kali pertama kami, tim Divisi Akses Publik 2008 makan bersama. Acara ini merupakan kegiatan rutin tiap bulan. Tujuannya sih mempererat tali silaturahim. Untuk acara pertama ini, kami memilih tempat di "warung makan" Platinum, di pelataran Cihampelas Walk alias CiWalk.

Sebenarnya target kami bukan Platinum, melainkan Bumi Joglo--katanya sih di Dago Pakar. Yah, aku sih awam banget masalah beginian. Nurut aja deh, yang penting halalan thoyyiban. Nah, kenapa akhirnya mengalihkan perhatian ke Platinum? Waktu mau berangkat, Senin siang, hujan mengguyur bumi bermartabat--Bandung. Sampai sore. Rencana ke Bumi Joglo sore itu pun dibatalkan. Akhirnya setelah melalui perdebatan sengit selama kira-kira setengah jam, diputuskanlah ke Platinum. Kloter dibagi menjadi dua. Aku ikut kloter kedua. Kloter pertama ditugasi untuk memesan tempat dan harusnya naik motor, tapi tidak jadi. Jadinya mereka naik angkot. Jam 6 petang, 10 menit setelah kloter pertama berangkat, aku dan beberapa teman di kloter kedua berangkat naik angkot juga. Motor aku tinggalkan di kampus. Tidak ada yang naik motor walaupun beberapa di antara kami punya motor.

Setiba di lokasi kejadian, kami diberi daftar menu satu per satu--kayanya ada yang tidak dapat deh. Aku pun menelitinya. Sebagian besar masakan asing bagiku. Yang tidak asing paling nasi putih. Hehe.... Dari total 16 anggota tim, hanya 12 saja yang ikut. Dan jatah sebenarnya 15ribu per orang, melonjak jadi 21ribu per orang. Selain ada yang tidak datang, juga karena ada tambahan uang dari dua divisi--kalo ga salah. Aneh, di bawah divisi--Divisi Akses Publik-- ada divisi lagi--Divisi Maintenance, Divisi Kominfo, dll. Ternyata uang segini banyak tidak pas untuk dialokasikan di warung ini. Menurutku sih idealnya 26-30 ribu karena harga makanannya rata-rata 20 ribuan. Aku pun menjatuhkan pilihan ke Combo Tepanyaki seharga 20 ribuan (belum termasuk PPN 10 %). Tidak pesan minuman. Nanti beli di luar saja. Setelah itu, aku mengambil jajanan welkom--krupuk 3 jenis. Lumayan lah, walaupun sedikit sudah bisa membuat langit-langit mulutku lecet-lecet--ah, apa ini namanya.


Waktu sholat maghrib pun tiba. Kami tunaikan kewajiban ini di mushola CiWalk. Setelah itu, beli minuman di Toserba Yogya. Waktu itu beberapa dari kami, yang beli minuman di Toserba Yogya--termasuk aku, merasa tidak enak karena beli minuman di luar, tapi ya ... terpaksa. Mahal banget minuman di Platinum. Setiba di warung itu lagi, masakan sudah siap semua. Setelah melihat masakan yang dipesan, berkomentarlah beberapa orang. Yang paling kecewa adalah Presiden DAP ComLabs ITB saat ini, Mamat. Dia bilang, "Pesen Noodle Tepanyaki, yang dateng mie ayam seharga 18 ribu... T__T." Sepertinya kapok dia. Makanan pun kemudian kami lahap.


Sebenarnya aku juga kurang suka dengan makanan seperti ini. Sudah jadi kebiasaan, kalau acara seperti ini, tempatnya tidak sesuai denganku. Maklum lah, cah ndesa. Aku lebih suka makanan Indonesia asli. Ini sih sudah tercemar budaya asing. Setelah makan pun, perut seperti tidak menerima dengan ikhlas, rasanya agak sakit. Hehe....

Tak lupa, acara ini diabadikan. Pelayan di sana pun tak ketinggalan ikut memotret kami. Tak sampai di situ, setelah keluar pun salah seorang pelayan kembali memotret kami. Semoga pada acara selanjutnya makanannya bisa diterima dengan lapang dada.

Saturday, January 19, 2008

Akhirnya DVD NetBeans 6.0 Sampai di Tanganku

Pagi tadi saya menerima DVD Starter Kit NetBeans 6.0 yang saya minta langsung dari Sun Microsystems, Inc. lewat situs NetBeans (www.netbeans.org). Kira-kira waktu yang ditempuh sejak pemesanan hingga sampai ke tanganku 6-7 pekan. Cap pos dari kantor pos asalnya (Praha, Rep. Ceska) tercatat tanggal 10 Januari 2008. Berarti DVD ini "melaju" dari "terminal pemberangkatan" hingga sampai tujuan (tempat kos saya di Bandung) memakan waktu 9 hari. Ini kali ketiga saya memesan CD/DVD semacam ini. Sebelumnya saya pernah dua kali memesan CD Ubuntu. Yang pertama dikirim ke Bandung. Yang kedua dikirim ke Tegal. Berbeda dengan CD Ubuntu, DVD NetBeans ini benar-benar gratis. Asli! Tanpa merogoh kocek sama sekali. CD Ubuntu memang sebenarnya gratis, tetapi kita harus membayar sejumlah uang kepada Pos Indonesia. Kalau tidak salah paket CD-nya dibungkus kembali oleh perusahaan tersebut--sudah lupa soale sudah lama banget, versi 6.06. Mungkin biaya yang kita bayarkan digunakan untuk itu. Namun, ada perbedaan di antara dua pengiriman CD Ubuntu ini. Waktu dikirim ke Bandung, CD diantar sampai ke tujuan, sedangkan waktu dikirim ke Tegal, CD harus diambil ke Kantor Pos--sebelumnya saya menerima pemberitahuannya. Karena perbedaan ini, biaya yang harus saya keluarkan pun berbeda. Jauh lebih murah dikirim ke Tegal. Seingat saya kalau ke Bandung Rp 5.000, kalau ke Tegal Rp 2.000--maaf kalau salah. Sekarang beralih ke DVD NetBeans 6.0. Awalnya saya tidak berminat memesannya. Pada awal peluncuran, saya bermaksud mengunduhnya langsung, tetapi diblok oleh "Cumi ITB". Aneh kan? Beberapa hari kemudian, ada seorang mahasiswa Teknik Informatika ITB angkatan 2004 yang memberitahukan bahwa sudah ada NetBeans 6.0 untuk Windows di server ITB. Namun, saya tidak mengunduhnya. Malah saya "terbang" ke NetBeans lagi bermaksud mengunduhnya langsung, tetapi masih diblok juga oleh "Cumi ITB". Terus saya terpikir untuk memesan DVD. Dalam pikiran saya, pasti isinya tidak hanya installer NetBeans 6.0 untuk Windows seperti yang sudah ditaruh di server ITB tadi karena berkas installer NetBeans versi sebelumnya yang untuk Windows hanya berukuran 50-an MB. Jika ada 10 installer (untuk Windows, Linux, Solaris, dsb.) saja masih cukup disimpan dalam satu CD. Hari-hari berikutnya saya iseng untuk mengecek status pesanan. Beberapa kali saya lakukan, hasilnya selalu belum dikirim. Jadi cape sendiri. Akhirnya mencoba untuk mengunduh, dan kali ini "Cumi ITB" sudah memperbolehkannya. Dugaan saya mengenai berkas installer sedikit melenceng. Ternyata di sana bisa langsung memilih pak yang akan diunduh. Saya pilih yang full. Berkas ini ternyata berukuran 167 MB. Jadi, kalau ada 5 installer ini saja sudah harus menggunakan DVD. Namun, saya tetap optimis mendapatkan data-data tambahan selain installer. Masa dari kapasitas 4 GB lebih hanya digunakan 1 GB? Kemudian saya juga mengunduh beberapa tutorialnya. Kok jadi keluar dari pembahasan DVD lagi? Ya wis, balik maning maring DVD NetBeans 6.0. Ini nih konten penting dari DVD ini.
  1. Installer untuk Windows 2000/XP/Vista, Linux (x86/x64), Solaris 10 (x86/x64), Solaris 10 (sparc), MacOS X (intel), dan MacOS X (powerpc) Berisi Java SE Development Kit 6 Update 3 dan NetBeans IDE 6.0 (Base IDE; NetBeans Packs: Java SE, Web & Java EE, Mobility, UML, SOA, Ruby, dan C/C++; serta Runtimes: GlassFish V2 dan Apache Tomcat 6.0.14).
  2. Starter Kit Berisi dokumentasi dan tutorial, yaitu Getting Started With NetBeans IDE, Java Learning Materials, dan IDE Learning Trails. Ada contoh programnya juga lho.

Sunday, January 6, 2008

Ganti Template, Bagus Kan?

Kemarin saya mengganti template blog ini. Sebelumnya saya menggunakan template resmi dari Blogger, namanya Tic Tac, pembuatnya Den Cederholm. Saat ini sudah ganti menggunakan template dari pihak ketiga (Jack Book), namanya Red White Web 2.0 Blogger Template, pembuatnya Carl Mason. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengganti template blog ini. Saya sudah berusaha mencari di berbagai tempat, tetapi baru bisa kali ini. Setelah mendapatkan template ini pun saya masih harus berjuang karena perlu penyesuaian. Memang, di situs sumbernya menyediakan instruksi penggunaan, tetapi coba lihat, hanya instruksi (sangat) dasar. Itu pun saya rasa susah dipraktikkan oleh orang awam. Mungkin karena template ini disunting oleh orang lain (bukan pembuatnya). Ya, menurut Jack Book, template ini sejatinya dibuat untuk Wordpress. Kemudian oleh kristofer93 diadaptasi ke Blogger. Sudah diberi template gratis, masih mengeluh? Coba lihat deh blog lain yang menggunakan template ini. Bisa kamu googling dengan kata kunci Carl Mason. Banyak konten dalam blog tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa kode yang seharusnya disematkan di balik tampilan yang apik tersebut tidak ditulis. Misalnya saja pada "Up?" yang seharusnya jika diklik, halaman akan kembali ke bagian atas. Selain itu, ada juga yang menghapus search box di header (karena tidak suka atau tidak berfungsi?). Padahal, kodenya sudah disediakan di situsnya. Ya sudahlah, yang penting saya sudah berhasil mengimplementasikannya. Kalau kamu ingin bertanya, silakan.

Thursday, January 3, 2008

Menampilkan Status Online Yahoo! Messenger di Situs

Tentu tidak jarang kita melihat situs yang menampilkan sebuah gambar dari Yahoo! Messenger bertuliskan Not Online atau I'm Online seperti berikut:

Gambar di atas bukanlah sekadar gambar biasa. Gambar ini menunjukkan status Yahoo! ID di Yahoo! Messenger apakah sedang online atau offline. Biasanya ID tersebut milik si pemilik, webmaster, atau kontak/support situs yang bersangkutan. Bagaimana sistem kerjanya? Dan bagaimana pula cara membuatnya?

Begini cara kerjanya. Jika gambar tersebut (baik bertuliskan Not Online maupun I'm Online) kita klik, maka ada dua skenario bergantung pada kode yang ditanamkan di balik ikon tersebut. Yang pertama (dan juga yang klasik), program Yahoo! Messenger di komputer kita akan ditampilkan. Tentu saja jika program tersebut sudah terpasang di komputer kita. Yang kedua (ini lebih "modern"), internet browser yang kita gunakan akan membuka situs webmessenger.yahoo.com (Yahoo! Messenger versi web). Selanjutnya, sama. Jika kita sudah online sebelum mengklik ikon tersebut, maka kita langsung dihadapkan pada jendela conversation dengan orang tersebut. Jika belum online, kita harus sign in dulu.

Sekarang, cara membuat ikon tersebut. Kamu cukup menyisipkan salah satu kode di bawah ini ke situs kamu. Bila akan menambahkannya ke dalam blog kamu di Blogger, maka masuklah ke menu "Template" > "Elemen Halaman", klik "Tambahkan sebuah Elemen Halaman" di bagian template blog, pilih "HTML/JavaScript", salin kodenya pada bagian konten (judulnya terserah kamu), simpan.

  1. Versi desktop
    1. Tampilan (asli, bisa dicoba diklik):
    2. Kode:

      Ingat, ganti YAHOO!-ID pada kode di atas dengan Yahoo! ID kamu.
  2. Versi web
    1. Tampilan (asli, bisa dicoba diklik):
    2. Kode:

      Ingat, ganti YAHOO!-ID pada kode di atas dengan Yahoo! ID kamu.
Gambar yang ditampilkan tidak hanya seperti yang ditampilkan di atas. Semuanya ada 25 gambar berbeda. Cara menggunakannya tinggal mengganti variabel t (0-24) pada kode di atas (baik versi desktop maupun versi web). Berikut ini gambar dan nilai t-nya.
  1. t=0
  2. t=1
  3. t=2
  4. t=3
  5. t=4
  6. t=5
  7. t=6
  8. t=7
  9. t=8
  10. t=9
  11. t=10
  12. t=11
  13. t=12
  14. t=13
  15. t=14
  16. t=15
  17. t=16
  18. t=17
  19. t=18
  20. t=19
  21. t=20
  22. t=21
  23. t=22
  24. t=23
  25. t=24

Gambar lengkap online dan offline bisa dilihat di sini.

Di antara dua versi seperti yang disebutkan di atas, tentu versi web lebih layak dipilih karena bisa berjalan dalam kondisi apapun. Berbeda dengan versi desktop. Versi desktop hanya berjalan jika di komputer kita sudah terpasang aplikasi Yahoo! Messenger. Tentu tidak semua komputer sudah terpasang aplikasi ini, apalagi aplikasi ini hanya tersedia untuk Windows. Sebenarnya kode versi desktop memanggil perintah yang terdapat pada registry di Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\ymsgr\shell\open\command. Di situ ada satu registry. Nah, jika registry tersebut (di)rusak tentunya aplikasi Yahoo! Messenger tidak bisa dipanggil.

Selamat mencoba!

Wednesday, November 28, 2007

Membuat Ikon Blog

Setiap situs yang memiliki ikon/logo situs biasanya menampilkan ikon versi kecilnya di bagian kiri address bar dan juga di bagian kiri title situs. Ikon kecil ini disebut favicon (singkatan dari favorites icon). Nah, kita pun bisa menampilkan favicon sesuai kehendak kita sendiri di situs/blog kita. Caranya sangat mudah. Saya pun mendapatkan ilmu ini hanya dengan melihat page source suatu situs. Bagaimana caranya? Pertama, tentu kita harus mempersiapkan sebuah ikon kecil yang nantinya akan ditampilkan di kedua bagian tersebut. Biasanya ikon ini berukuran 16x16 piksel kuadrat atau 32x32 piksel kuadrat. Namun, saya sarankan buatlah yang berukuran 16x16 piksel kuadrat (ikon blog saya ini pun berukuran demikian) karena ruang untuk favicon sangatlah kecil. Untuk membuatnya, gunakanlah penyunting gambar sesuai selera masing-masing (yang penting bisa membuat file .ico), seperti Paint, Paint.NET, dan Visual Studio. Walaupun tidak ada pilihan untuk menyimpan berkas sebagai berkas ikon (.ico), Paint dan Paint.NET tetap bisa membuatnya. Caranya ketikkan nama berkas diikuti .ico di kolom "File name" dan pilihlah tipe gambar JPEG di kolom "Save as type". Untuk membuat ikon blog ini saya menggunakan Visual Studio. Kakas yang sejatinya diperuntukkan untuk pemrograman ini bisa membuat berkas ikon (.ico) -- yang seharusnya untuk membuat ikon program -- dengan latar belakang transparan. Untuk Paint.NET kita bisa menggunakan plugin yang harus diinstalasi terlebih dahulu untuk membuat latar belakang transparan, sedangkan di Paint saya tidak mengerti cara membuat latar belakang transparan (sepengetahuan saya, program ini tidak bisa melakukannya). Sebenarnya ada banyak sekali kakas pembuat ikon. Cobalah googling dengan kata kunci ico creator. Sebelum lanjut ke langkah berikutnya, alangkah baiknya kita terlebih dulu mengecek apakah ikon yang kita buat dapat ditampilkan dengan baik atau tidak. Caranya, buka berkas .ico tersebut dengan menggunakan internet browser. Ada banyak cara untuk melakukannya. Salah satunya dengan klik kanan berkas .ico tersebut kemudian pilih "Open With" dan pilihlah internet browser (misalnya Mozilla Firefox). Saya telah mencobanya di Mozilla Firefox dan berhasil, sedangkan di Internet Explorer tidak bisa (kecuali dibangkitkan dari kode HTML yang akan dijelaskan di bawah ini). Setelah berkas ikon tersebut siap, unggahlah berkas tersebut ke tempat yang bisa diakses oleh semua orang. Sebagai catatan, kita tidak bisa mengunggah berkas .ico ke album web Picasa kita. Oleh karena itu, gunakanlah tempat lain. Kemudian kita beralih ke pengaturan blog kita. Masuklah ke menu "Layout" -> "Template" -> "Edit HTML". Tambahkan kode <link rel='shortcut icon' href='[link gambar .ico]'/> di bagian head (antara <head> dan </head>). Agar lebih mudah, letakkan kode tersebut tepat di bawah tag <head>. Contoh: <head> <link rel='shortcut icon' href='http://students.itb.ac.id/~hafni_syaeful_s/img/favicon.ico'/> Jangan lupa untuk menyimpan template tersebut. Selesai. Sekarang, lihatlah (tampilan) blog tersebut dan berikan komentar kamu di sini. Catatan: Cara ini bisa diaplikasikan untuk semua situs, tidak hanya di Blogger saja, karena kode yang ditambahkan merupakan kode HTML biasa.