Thursday, August 23, 2007

Sholat Dzuhur di Masjid Salman ITB


Hari ini, Kamis 23 Agustus 2007, pertama kali saya sholat dzuhur di Masjid Salman ITB sejak perkuliahan tahun ajaran 2007/2008 di ITB dimulai. Tak dapat dielak lagi bahwa masa-masa seperti saat ini lah masa di mana pada waktu sholat dzuhur masjid kebanggaan warga ITB ini sangat ramai.

Sebelum mendirikan sholat dzuhur, saya makan dulu di salah satu kantin di Jalan Gelap Nyawang. Saya terlambat tiba di Masjid Salman, iqomah telah dikumandangkan. Setibanya di sana, tempat penitipan sepatu di masjid ini telah penuh. Betapa kagetnya saya. Baru pertama kali ini saya tidak mendapatkan sebuah tempat untuk menitipkan sepatu ketika akan sholat dzuhur. Alternatif tempat penitipan sepatu di sini adalah di rak sepatu Gedung Kayu (di depan Sekretariat Karisma). Namun, tempat itu dikunci. Ini memang kebijakan Pengurus Salman sejak beberapa bulan yang lalu bahwa ketika waktu sholat, pintu masuk ruangan ini dikunci. Saya harus tetap mengamankan sepatu saya dari segala macam gangguan. Saya pun meletakkannya di dalam tas. Alhamdulillah, saya membawa plastik kresek. Ini bisa dijadikan pembungkus sepatu saya agar tas saya tidak kotor.

Setelah berwudhu pun saya menemui ujian lagi. Saya harus menunggu untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur karena sebentar lagi kelompok utama hampir selesai (seperti yang terlihat pada foto di atas). Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya saya bisa mendirikan kewajiban saya ini. Alhamdulillah.
Saya lihat keramaian ini telah melampaui keramaian yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, jamaah wanita pun hanya mendapatkan tempat di lantai atas dan di koridor timur. Baru kali ini juga saya melihat pemandangan ini.

Semoga masjid ini tetap menjadi tujuan warga kampus ITB untuk menunaikan sholat. Jangan hanya waktu sholat Jumat saja yang selalu ramai.