Saturday, February 14, 2009

Instalasi Linux (dan Mempertahankan Windows)

Kamu belum pernah mencoba Linux? Komputer kamu masih menggunakan Windows? Kamu ingin mencoba Linux tanpa menghapus Windows? Kalau kamu belum tahu banyak tentang Linux, belum tahu keunggulan-keunggulan Linux (terutama dibandingkan dengan Windows), cari tahu dulu deh, googling aja. Kalau kamu ingin mendapatkan CD/DVD Linux, silakan hubungi aku. Berikut ini cara aman instalasi Linux. Buatlah partisi hard disk untuk Linux terlebih dulu melalui software partisi di Windows. Kalau di Windows Vista sudah ada tools-nya, jadi tidak perlu pakai tools pihak ketiga. Sebenarnya bisa saja membuat partisi saat akan instalasi Linux, tapi biar lebih aman kita partisi dulu aja lewat Windows. Sediakan minimal 7 GB untuk partisi tersebut. Tidak usah terlalu banyak karena kita masih bisa mengakses partisi Windows (biasanya NTFS) dari Linux. Jangan diformat/dialokasikan dulu partisinya. Kemudian masukkan CD atau DVD instalasi ke dalam CD/DVD drive dan restart komputer. Untuk selanjutnya, aku hanya akan beri petunjuk yang penting untuk diperhatikan. Pilihan partisi mana yang akan dipakai untuk Linux Pilihlah partisi yang kosong (free/unallocated partition) dan centang 'Review and modify partitioning layout', klik 'Next'. Edit volume yang bertipe swap. Saat ini sudah jamak memory berkapasitas besar (>= 1 GB). Kurangi aja ukuran volume swap tersebut menjadi 512 MB, 256 MB, 128 MB, atau terserah yang penting total memory ditambah swap minimal 1 GB (sudah cukup rasanya 1 GB). Kenapa ukurannya dikurangi? Karena swap hanya digunakan bila memory komputer kita sudah tidak cukup menampung resource lagi. Karena swap dikurangi, maka akan ada sisa space. Berikan saja space itu untuk volume ext3. Jika sudah, klik 'Next'. Instalasi GRUB boot loader Biarkan default, yaitu diinstal di Master Boot Record. Di tengah-tengah ada tabel sistem operasi yang ada di komputer. Silakan edit seperlunya. Biasanya sistem operasi Windows diberi nama Other, jadi ganti saja biar sesuai namanya. Terus, pilihlah sistem operasi default yang akan dipakai. Clock settings Pilih time zone yang sesuai, misalnya untuk Waktu Indonesia Barat pilih Asia/Jakarta. Hapus tanda centang System clock uses UTC. Kalau tidak dihapus, nanti tidak sinkron antara jam Windows dengan jam Linux. Root account Root itu superuser atau administrator di Linux. Akun ini digunakan untuk melakukan administrasi komputer seperti meng-install dan menghapus software. Software yang akan di-install Untuk pengguna rumahan atau pengguna baru, pilih Office and Productivity saja. Pilih 'Customize now' jika ingin mengubah lebih detail software apa saja yang akan di-install. Kalau sudah, lanjutkan hingga proses instalasi selesai dan komputer restart/reboot. Konfigurasi saat pertama kali booting Jika ada tulisan Booting Windows ... karena Grub boot loader diset default untuk Windows, tekan sembarang tombol untuk menghentikannya dan pilihlah Linux yang akan dijalankan. Setelah itu, utnuk pengguna rumahan/baru biarkan konfigurasi apa adanya (default). Terakhir, buatlah user untuk pemakaian reguler/standar (bukan administrator). Finish dan komputer akan reboot kembali.